Jakarta
(SI Online) - Ketua Pengurus Cabang LDII Tanah Sereal Bogor, Iskandar,
mengancam panitia akan mengerahkan 700 massanya untuk menghadiri acara
pengajian tentang paradigma baru LDII di Masjid al-Hijri Kampus UIKA.
Kalimat itu keluar dari mulut Iskandar setelah mendengar pengakuan
panitia bahwa keamanan acara telah dipersiapkan. Keterangan ini
terungkap dalam press rilis dari LDII yang diterima SI Online, Selasa (18/6/2013) lalu.
Iskandar mengaku pihaknya mengetahui acara tersebut pada hari Jumat
(14/6) siang, atau sehari sebelum acara. Informasi pengajian itu ia
ketahui dari pamflet yang disebar panitia.
Lalu, pada Jumat malam, bersama sejumlah rekannya, Iskandar mendatangi
panitia di Masjid Al-Hijri UIKA. Tetapi mereka tak menemukan panitia.
Lalu, Iskandar menghubungi seorang panitia bernama Ahmad melalui kontak
person yang ada dalam pamflet.
“Dari pembicaraan via telepon, kami sampaikan bahwa dikarenakan tema
acara yang akan diusung besok sangatlah provokatif, justifikatif dan
mendeskreditkan LDII maka kami khawatir akan ada gejolak besar dari
warga LDII sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ahmad
mengatakan bahwa semuanya sudah kita persiapkan,” terang Iskandar.
Belakangan, dalam siaran pers itu diungkap bahwa ancaman pengerahan
massa 700 orang itu dikatakan Iskandar hanya gertakan saja. “Bagaimana
mungkin saya di tingkat PC bisa mengumpulkan massa sebanyak itu dalam
waktu singkat,” kata Iskandar.
Iskandar membantah bila ada penyerangan dalam insiden tersebut. "Aksi
saling dorong memang iya, tapi tidak ada pemukulan, atau perusakan. Yang
terjadi saat ustad Muhajir (salah satu penanggung jawab acara, red)
naik ke mimbar, papan yang jadi alas mimbar tidak kuat menahan beban,
mimbar sempat miring dan pegangannya terlepas, lalu Alquran yang ada di
rak mimbar terjatuh dan tidak sengaja terinjak oleh beliau," bantah
Iskandar seraya menunjukkan video rekaman kejadian melalui ponselnya.
Pengakuan Iskandar ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan Ketua
DKM Nurul Iman Masjid LDII Kota Bogor, Guntur Fredy. Kepada wartawan Suara Islam Online dan Hidayatullah yang menemuinya, Senin (17/6/2013) lalu, ia terus terang mengatakan tindakan penyerangan itu atas perintah Iskandar.
"Dari sebelum acara kita sudah mendapatkan selebaran acara. Itu acara
untuk umum makanya kita datangi. Salah satu jamaah kita ada yang
interupsi untuk tidak membahas masalah ini," kata Guntur di Kantor LDII
Kota Bogor, Komplek Budi Agung, Bogor, Senin (17/6/2013).
Guntur bercerita, pembubaran acara memang diperintahkan tanpa harus menunggu ada sesi dialog. "Gak usah
ngomong-ngomong, yang jelas kalau membahas tentang LDII sudah langsung
distop aja. Dia sudah tidak bisa diperingatkan", ujar Guntur.
Ketika Suara Islam Online menanyakan sebenarnya apa bisa
ditunggu sampai selesai acara, Guntur menjawab sebenarnya bisa. Tetapi
semua bergantung pimpinannya (Iskandar, red). "Ya sebetulnya sih
bisa-bisa saja, tapi kan kita tergantung pimpinan. Sudahlah jangan
terlalu lama bicara tentang itu," ungkapnya.
Ketika ditanyakan dihentikan itu maksudnya dengan segala cara termasuk
dengan kekerasan? Guntur menjawab pokoknya harus dihentikan. "Ya
pokoknya kita hentikan, jangan membahas masalah itu. Kalau mau silahkan
datang ke sini jelaskan apa maunya", bebernya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar